Pintu-pintu tertutup, jendela-jendela terkatup
Lampu menyala dan menyilaukan mata
Tetapi semuanya sepi dan tidak berbunyi
Dingin yang dingin semakin dingin
Kota ini bagai mati
Semua terkunci, terkungkung dan sepi
Sunyi semakin sunyi
Sepi dan sepi, tambah sepi tanpa bunyi
Disini angin berhembus kencang
Tapi kota ini sudah tidur
Tapi ada angin meniup malam
Kota ini bagai mati
Anjing-anjing meraung galak
Hantu-hantu keluar bangsat
Ada langkah-langkah yang keparat
Dan malam jadi tersesat
Bohong, dusta, fitnah dan maksiat
Malam ini bagai kiamat
Disana ada pelacur
Disini ada gadis-gadis tak perawan
Ini perempuan-perempuan molek tak beriman
Ini cincin emas yang dikiranya teman
Ini kamar bau maksiat
Karena semua jadi tersesat
Bertopeng murni dan warna suci
Tak lengkap dan bermandikan malam
Ketelanjangan, kezaliman dari manapun
Kapal-kapal berlayar diatas meja permainan
Seorang lelaki merdeka dan perempuan bebas
Hewan-hewan gila bersandiwara didepan cermin
Kota ini penuh sandiwara dan ceritera
Semua terbenam dalam lumpur yang dalam
Lewat tengah malam, kota ini jadi sepi
Tetapi, disana ada cerita mengerikan
Dibalik kelambu, dibalik tirai dan sandiwara
Semua yang ada semua yang tiada
Kala malam bersimbuh kelabu
Semua yang ada jadi tiada
Dan semua yang tiada jadi ada
Ini malam benar sandiwara
November 1989
Sabtu, 29 April 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar