Malam itu penuh getaran
gelombang menyatu dalam darahku,
akupun mulai telanjang
bersatu dengan dosa dan nista.
Kegelapan menyelubungi awan,
membiarkan dosa-dosa mengalir.
Telah hilang keperawananku malam itu, katamu.
Kau teriak, mengerang dan meraung,
pada siapa yang kau kenal.
Kau tunjukan penyesalanmu padaku
karena kau dan kekasihmu
telah masuk dalam kegelapan.
Seperti mereka, akupun tak peduli
pada jeritanmu.
Kita semua telah kehilangan
pegangan dan harga diri.
Kebebasan telah keluar dari ikatan,
dan kegelapan datang menghantui.
Dosa datang bagai peluru
yang lepas kendali, tapi siapa
yang bisa bertahan?
Jeritmu menyayat hati.
Aku diam dan tertegun.
Tangismu membuka ruang kegelapan
yang tak pernah kutahu.
Februari 1992
Sabtu, 29 April 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar