aku memandangmu ketika daun-daun runtuh di dekat jendela
kau tersenyum seolah yakin tatapanku adalah cinta
dan aku tidak lagi peduli dinginnya udara
ketika tanganku menyentuh wajahmu dekat kaca jendela
aku ingin membawamu ke dunia mimpi
yang tidak pernah kita lalui
tapi dingin udara seolah mengingatkan kita
Tuhan mengingatkan kita ketika desah angin dan berisik daun semakin nyata
dari balik jendela
aku melihat daun-daun gugur ke beranda
dari balik jendela
kau memainkan jemarimu diatas tuts piano
begitu indah, desahku dalam hati
Februari 1992
Sabtu, 29 April 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar