Senin, 08 Juni 2009

Itu Terjadi Satu Malam

Waktu terasa kian cepat berlalu
Entah untuk yang keberapa kali kutatap ruangan senyap itu
Tidak ada desah yang berbunyi dari kamar yang dulu bermadu
Dan tidak lagi kuraba semua barang-barang itu
Hanya sebuah fotomu yang membuatku rindu, yang mengingatkanku padamu, yang dulu dikamar ini kau meninggalkanku
Ketika cinta kita lagi bersemi
Tapi hati kita tak bisa lagi mengerti
Walau tahu kita saling mencintai
Semua yang ada semakin sirna
Hanya ciumanku dan air matamu melepas kepergianku
Itu terjadi satu malam
Perpisahan itu ternyata abadi
Dirimu tidak pernah lagi kembali
Walau aku mengharapkanmu, hanyalah harapan yang sia-sia
Entah untuk yang keberapa kali kuhitung tahun demi tahun
Dan engkau tidak pernah lagi kembali
Waktu semakin cepat berlalu

17 September 1988

Perpisahan (bagian 2)

Disaat perpisahan, dalam hatiku ada tangis
Menahan sedih dihati dan jiwaku membisu
Kini tak lagi bersama
Kita berjalan sendiri-sendiri
Kini kita melangkahkan kaki
Meninggalkan kenangan indah dihati
Kutinggalkan perpisahan itu langkah demi langkah
Aku berjalan sendiri
Perpisahan ini yang aku tangisi

16 Juni 1988

Perpisahan

Hari-hari kian berlalu dan usia semakin bertambah
Sementara hidup masih panjang dan berbagai kenangan kualami
Pertemuan telah banyak terjadi dan seribu cerita kuhadapi
Seribu kenangan terjadi dalam silih berganti
Kusadari cerita itu ada akhirnya dan perpisahan yang kualami
Wajahku sendu dan membisu
Bayang-bayang jiwaku semakin kaku
Akhirnya diam tak berkata
Air mata perpisahan ini yang aku tangisi
Kenangan-kenangan masih kuingat dihati
Tidak akan kulupakan walau yang terakhir

12 Juni 1988

Kulepas Cinta di Hatiku

Kulepas cintamu dihatiku
Hari-hari kita kian berlalu
Masa-masa itu tak seindah dulu

Matahari kian redup bersinar
Dirimu makin jauh dariku
Bayang-bayang cintamu jadi samar
Jiwa cintaku tiada lagi menentu

15 April 1988