Minggu, 30 April 2017

Bendera

Bendera itu ...
terus berkibar perkasa sepanjang waktu
tidak menghiraukan hiruk pikuk manusia
dan sunyi senyapnya realita
berkibar di pagi, siang dan ketika hari senja
Bendera itu ...
terus berkibar dipuncak, diatas tiang menusuk awan
bagai menyapa langit-langit nun jauh disana
berkibar gagah diatas tiang menancap bumi
bumi ibu pertiwi yang sudah bersimbah darah
darah para pemberani negeri, pahlawan ibu pertiwi
darah mereka yang bernama, darah mereka yang tidak punya nama
darah yang hilang tanpa jejak dihapus perjalananan bangsa
Bendera itu ...
tetap berkibar megah biar terik matahari menusuk bumi
berkibar tiada henti sepanjang hari
hari dimana ada dalam catatan sejarah negeri
ketika jiwa tercabik dari raga
ketika raga terkoyak dan bersimbah
darah para pejuang yang mati dibatu nisan
darah para pejuang yang terkubur dan terlupakan
Bendera itu ....
tetap berkibar di atas tiang tinggi
meski tidak pernah menghitung jiwa yang mati
meski tidak pernah tahu darah yang membasahi bumi
meski tidak pernah mengerti jeritan ibu pertiwi
Bendera itu ...
tetap berkibar dihormati
oleh mereka yang membela negeri
oleh mereka yang kini menghuni negeri, yang tidak mengerti,
yang berdiam diri, yang menguasai negeri, yang memperkaya diri
Tetapi, bendera itu ...
sesaat berhenti berkibar, bagai merenung diri
bagai menangisi bumi dibawah kaki tiang tinggi
sesaat mataku berpaling darinya, dan mengamati sekitar
manusia-manusia yang tak kumengerti, yang hati
dan nuraninya hilang bak ditelan bumi
yang ego dan jati dirinya dihuni tikus-tikus busuk
yang kini jumawa dan bersimbah harta, tahta dan wanita
Tetapi, bendera itu ...
sekilas kupikir bukan menangisi bumi
mungkin kini dia menangisi diri
entah untuk apa dan untuk siapa dia kini berkibar
diatas tiang tinggi itu, yang menusuk langit dan menancap bumi
para pemberani negeri, para pejuang ibu pertiwi
tidak membutuhkannya berkibar megah diatas sana
para pemberani terkubur dibawah bumi
para pejuang terpatri di nisan mati
dan darah-darah sudah terhapus dari atas bumi ibu pertiwi
Kini, bendera itu ...
mulai mengembang dan berkibar lagi
tapi kini setengah hati, menahan diri
untuk menghormati anak negeri
untuk menghargai para pejuang pemberani
Bendera itu ...
tetap dihormati
dan aku kembali menatap ujung tiang tinggi
berkibar, berkibar, berkibar di tiang tinggi
Aku menghormat, dan membungkuk diri
Lalu berlalu meninggalkan tiang tinggi
dan bendera itu ....biarlah disana sampai esok pagi

Bogor, 30 April 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar