Matahari Terbit Di Timur.
Itulah judul puisi dan catatanku. Sebuah judul penuh makna, sebuah judul penuh tanya.
Lalu kenapakah aku memilih judul itu? Apa yang terlintas dalam pikiranku?
Bukankah Tuhan telah menciptakan alam semesta dan seisinya?
Tuhan telah menciptakan manusia untuk menyembah dan sujud kepada Ilahi.
Tuhan menciptakan bumi sebagai tempat tinggal manusia berikut semua isinya.
Tuhan menciptakan langit dan isinya untuk menunjukan kebesaran dan keagungan-nya.
Kebesaran tanpa batas, keagungan tanpa tandingan dan kekuatan tanpa lawan.
Dan Tuhan menciptakan bintang-bintang dan matahari. Adakah dengan semua itu manusia bersikap angkuh?
Dan adakah dengan semua itu manusia tidak mengingat kebesaran sang khalik?
Tuhan telah menciptakan langit dan seisinya sebagai pertanda.
Manusia, bumi, matahari, langit dan seisinya adalah makhluk ciptaan Ilahi. Tidak ada satupun kekuatan selain kekuatan sang Ilahi. Dan Tuhan telah menciptakan sistem yang sempurna.
Manusia memiliki siklus kehidupan yang mesti dilalui. Manusia memiliki takdir yang mesti dijalani, dan tantangan kehidupan yang mesti dihadapi.
Bumi berputar pada porosnya dan mengeliligi matahari dengan pasti. Satu sistem yang pasti dalam kehidupan alam semesta. Dan Tuhan telah menunjukan kebesaran-Nya agar manusia ingat dan iman kepada-Nya.
Adakah kita saksikan satu hari dalam kehidupan umat manusia bahwa matahari terbit dari barat?
Tuhan telah menentukan bahwa matahari terbit dari timur.
Mengapakah Tuhan menentukan demikian? Hanya Ilahi yang tahu jawabnya dan manusia wajib bersyukur dan bersujud kepada sang Khalik.
Dan tidak pernah satu haripun dalam kehidupan manusia matahari terbit bukan dari timur.
Sesuatu yang pasti dan sesuatu yang sang khalik telah tentukan. Dan selama itu manusia menjalani siklus kehidupannya.
Manakala matahari terbit dari barat dan bukan dari timur, masihkan manusia dapat menjalani siklus kehidupannya?
Matahari terbit di Timur.
Sebuah tanda bahwa manusia mesti bersyukur, sebuah tanda kebesaran-Nya. Dan mengapakah manusia lalai untuk sujud dan mengingat-Nya? Adakah yang mampu merubah arah terbitnya matahari?
Jika tidak mengapakah manusia harus menganiaya dirinya sendiri dengan mengagungkan zat selain Ilahi?
Mengapakah manusia berpaling kepada selain-Nya?
Bukankah telah jelas dan nyata bahwa manusia diciptakan untuk bersujud kepada Tuhan, mengingat dan mengagungkan Ilahi, dan menyerahkan diri kepada pertolongan-Nya.
Tidakkah manusia sadar jika Tuhan telah menunjukkan kebesarannya.
Matahari terbit di timur. Dan selalu akan seperti itu selama kehidupan manusia.
Bogor, 15 Maret 2009
Minggu, 15 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar