Minggu, 29 Maret 2009

Dia Pergi Malam

Dia pergi malam ketika hujan turun,
petir menggelegar dan menderu awan
dan tidak kembali-kembali lagi.

Dia pergi malam ketika ibunya tidur,
mengaduh sakit ibunya itu
dan tidak dihiraukannya lagi.

Dia pergi malam hilang dari pandangan,
sedih ibunya tidak diingatkan
meskipun dia tahu jadi harapan.

Dia pergi malam hilang dari kejauhan,
pada ibunya tidak berpamitan
karena dia takut tidak dikabulkan.

Dia pergi malam tidak pulang-pulang lagi,
ibunya sedih tidak bertepian
anaknya itu dia doakan.

Dia pergi malam tidak kembali-kembali lagi,
hati ibunya tidak bertujuan
karena dia tahu dia sendirian.

Bogor, Maret 1987

Tidak ada komentar:

Posting Komentar