musim hujan, kita naik kelambu biru muda
dengan bantal-bantal putih
kita bakal senang, sekuntum cium asmara
dihampir lekuk yang lirih
kau memejamkan mata agar tiada bayang melintas
mengintip burung yang melintas
jangan takut setan hitam dan berpentas
yang jahat dan memeras
kau memejamkan mata agar tiada lintas cahaya
menyentuh bibir-bibir halus
tiap menit datang lantera
ditiup sudut gelora yang mulus
lalu pipimu terasa tercercah
sekejut cium bagai bulan berbelah
menjelajahi bintang yang terjauh
kau bilang : "Temukan!", sambil berpaling
kita butuh waktu untuk menemukan bintang
yang pergi jauh tak kembali
written in November 1989
Minggu, 10 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar