Minggu, 10 Januari 2010

Lamunan Untuk Musim Hujan

musim hujan, kita naik kelambu biru muda
dengan bantal-bantal putih
kita bakal senang, sekuntum cium asmara
dihampir lekuk yang lirih

kau memejamkan mata agar tiada bayang melintas
mengintip burung yang melintas
jangan takut setan hitam dan berpentas
yang jahat dan memeras

kau memejamkan mata agar tiada lintas cahaya
menyentuh bibir-bibir halus
tiap menit datang lantera
ditiup sudut gelora yang mulus

lalu pipimu terasa tercercah
sekejut cium bagai bulan berbelah
menjelajahi bintang yang terjauh

kau bilang : "Temukan!", sambil berpaling
kita butuh waktu untuk menemukan bintang
yang pergi jauh tak kembali

written in November 1989

Tidak ada komentar:

Posting Komentar